Mengenal Allah Lewat Akal

Ditulis oleh Kang Janur, pada 18 November 2008

Mengenal Allah lewat akalTak perlu ragu lagi, tiada yang lebih penting daripada penciptaan manusia dan mengenali sang Pencipta. Yang telah kita lakukan sepanjang buku ini adalah berupaya memahami suatu masalah yang merupakan persoalan terpenting bagi setiap orang. Saya rasa pembaca perlu diingatkan dalam hal ini bahwa orang tidak membutuhkan informasi yang melimpah untuk mengerti bahwa alam semesta dan segala isi di dalamnya, termasuk orang itu sendiri, telah diciptakan.

Tatkala malam yang gelap tiba, ia melihat sebuah bintang; ia berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bintang terbenam, ia berkata, “Aku tidak menyukai segala yang terbenam.” Tatkala ia melihat bulan timbul ia berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bulan terbenam, ia berkata, “Jika Tuhanku tidak memberi petunjuk pastilah aku jadi orang yang sesat.” Tatkala ia melihat matahari terbit ia berkata, “Inilah Tuhanku, Ini yang lebih besar.” Tetapi setelah matahari terbenam, ia berkata, “Hai kaumku, aku lepas tangan dari segala yang kamu persekutukan.” “Kuhadapkan wajahku kepada yang menciptakan langit dan bumi sebagai penganut agama haniif yang jauh dari syirik dan aku bukanlah golongan musyrik. (Surat al-An’aam, 76-79).

Nabi Ibrahim pernah hidup di suatu masyarakat yang mengingkari Allah dan menyembah berhala. Meski ia belum pernah menerima ajaran apa pun tentang keberadaan Allah, ia mengerti dengan akal dan kalbunya bahwa ia telah diciptakan-lebih-lebih, bahwa ia telah diciptakan oleh Allah, Yang menciptakan langit dan bumi.

Buku ini ditulis untuk menjawab pertanyaan seperti “Bagaimana kita tahu bahwa Allah itu ada?” Buku ini mengajak pembaca untuk memikirkan alam semsta dan kehidupan yang telah Allah ciptakan dan melihat kesempurnaan dari setiap ciptaan-Nya. Kita akan diajak memikirkan bagaimana penciptaan alam semesta, bahwa alam semsta diciptakan dari ketiadaan.

Kita akan diajak melihat ‘kecanggihan’ sistem pertahanan tubuh kita dan juga makhluk lain dan menyimpulkan bahwa semua tak mungkin berasal dari suatu kebetulan atau ketidaksengajaan. Kita juga akan diperlihatkan berbagai penemuan ilmiah yang menunjukkan kebenaran Al Qur’an, bahwa Al Qur’an adalah firman dari Dzat yang Maha Mengetahui rahasia alam semesta ini.

» Filed Under Resensi

Comments

3 Responses to “Mengenal Allah Lewat Akal”

  1. easy on December 11th, 2008 6:03 am

    Allah Maha Besar…
    semoga aku bisa memenuhi semua kewajibanku sebagai umat Muslim

  2. supono on December 14th, 2008 1:24 am

    berapa duit?

  3. WinMit on December 15th, 2008 9:48 am

    Allah Maha Besar

Leave a Reply